Februari 2020

My Blog

Latest blog



Karena belum waktunya, makanya Jaga hatimu hanya untuk satu nama. Dia yang benar-benar menginginkan kamu. Bersamamu, berjuang denganmu, bahkan ingin meraih syurga bersamamu.

Dia yang mencintaimu, Akan setia meski jarak memisahkan. Meski lautan terbelahkan. Karena Allah lah maha besar mempersatukan dirimu dan dia dalam ikatan halal. Walaupun sebelumnya kau tak percaya. Bahwa dia yang tertuliskan untuk mu dari Sang Maha Kuasa.

Jaga hatimu. Untuk dia yang benar-benar memintamu pada Rabb_Nya bahkan rela menjauhkan dirinya darimu. Lain karena tak suka hanya sahaja dia sadar belum waktunya. Mendekatimu sedangkan belum ada kata Halal dalam pernikahan.


Jaga hatinya. Meski sekarang kau dan dia belum bersama. Tapi setidaknya kau akan belajar bagaimana caranya tidak menyakiti sebelum disatukan. Dia yang berjuang. Untukmu mungkin dia tulus mencintaimu.

Tapi dia yg menangis karena dosa takut mendekatimu. Bahwa sesungguhnya dia pantas menjadi suamimu.


Sebelum disatukan. Sebelum menjadi halal. Belajar lah diwaktu ini dimana kau belajar memantaskan diri.

Untuknya jika berjodoh di dunia. Atau untuk_Nya jika berjodoh dengan malaikat pencabut nyawa. Hanya satu kuncinya. Jika kamu mencintainya. Cintai seadanya cintai karena_Nya. Karena bila kau terlalu mencintai manusia. Yang ditakutkan kau lupa pada siapa sesungguhnya kita takutkan.

Jika kamu mencintai karena_Nya. Niscaya kau akan bertemu dengannya kelak disyurga_Nya. Percayalah dengan rencana yang Allah tetapkan. Meskipun bukan dia yang kau perjuangkan. Siapa tahu dia yang memperjuangkanmu secara diam diam. Percayalah.

“Dan kami ciptakan kamu berpasang pasangan” [An_Naba:8]



Kamu pasti pernah merasakan pahitnya hidup, atau mungkin saat ini kamu tengah mengalaminya. Saat semua sudah diusahakan sedemikian rupa, namun hasilnya membuatmu tak merasa begitu cukup hingga pada akhirnya semangatmu mulai redup. Apakah ini wajar ? Ya ini wajar saja. Ini merupakan bentuk reaksi dari seorang manusia biasa. Menjadi tidak wajar adalah ketika kamu tidak lagi ingin mencoba. 

Semua manusia pasti pernah mendapatkan ujian. Tuhan memang tidak menciptakan manusia secara cuma-cuma. Artinya, setelah diciptakan dan dibiarkan menikmati dunia dan seisinya, manusiapun harus bisa menghadapi ujian yang diberikan. Mungkin kamu seringkali berpikir bahwa kamu tidak sanggup menghadapinya, rasanya ingin berhenti. Tapi kembali berpikir lagi apakah dengan berhenti semua akan selesai begitu saja ?, namun jika diteruskan mengapa rasanya berat dan lelah sekali. Keraguan seperti inilah yang membuatmu bimbang bagaimana harus memutuskan. Kehilangan arah jalan pulang karena di tengah jalan, kamu lupa apa tujuanmu.


Tapi percayalah, kamu istimewa dengan segala cobaan yang tengah kamu hadapi. Kamu sudah cukup kuat dengan bukti masih bertahan sampai saat ini. Cobalah sesekali berdialog dengan dirimu sendiri, katakan pada dirimu untuk bersabar sedikit lagi, saling menguatkan untuk tetap berjalan sama-sama menghadapi ini semua. Mungkin waktunya akan lama. Tapi bukankah yang membentuk siapa diri kita adalah prosesnya bukan hasilnya ?.

Ada yang mungkin saja tidak kamu sadari saat kamu berusaha untuk bangkit, yaitu bahwa kamu sedang berproses melatih dirimu sendiri untuk lebih kuat dengan cara apapun itu, sekalipun dengan cara menangis seharian di kamar, memutar playlist lagu kesukaanmu, atau menonton film favoritmu. Ya tentu saja cara sederhana ini adalah bukti bahwa kamu masih terus mencoba untuk berdamai dengan diri dengan apa yang sudah kamu lalui.

Selalu ingat kalimat ini " Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya". Dan saat masalah itu datang padamu, maka artinya kamu dipilih Tuhan dan dipercaya untuk dapat menyelesaikannya. Kamu patut berbangga, bukan bersedih. Artinya Tuhan selalu ingin kamu menjadi manusi yang lebih baik lagi. Jangan berburuk sangka dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil denganmu, kamu hanya diminta untuk sabar sedikit lagi, iya sedikit lagi.

Apresiasi dirimu yang sudah dengan sabar berjalan sejauh ini, menghadapi semuanya tanpa henti. Jangan pernah menyalahkan keadaan ya, karena selalu ada kejutan baik di luar sana yang sedang menantimu  saat kamu berhasil melewati ini semua. Dari cobaan ini kamu bisa belajar untuk terus berjuang tanpa lelah, sampai kamu lupa kalau kamu sudah menjadi pemenang.

Kamu bisa belajar untuk melatih sabar supaya tetap tegar ketika hal serupa terulang kembali, dan kamu bisa menganggap ini bukanlah masalah yang besar. Dan pada akhirnya kamu sadar bahwa apa yang tengah kamu hadapi adalah proses mendewasakan diri untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 


“Menimba dan menuntut ilmu di Jogja takkan ada habisnya, meski kini jalan yang kutempuh setelah lulus telah berbeda.”

Jika kamu pernah bersekolah dan hidup di Jogja selama beberapa tahun, hal-hal menarik dan membuat rindu pastinya sudah khatam kamu rasakan. Tempat makan, tempat nongkrong hingga tempat wisata khas pelajar juga pasti tak luput dari keseharianmu sebagai anak rantau yang identik dengan penghematan dan pengiritan.

Terlepas dari kata irit dan hemat tadi, menjadi anak perantauan di Jogja itu memang tak diragukan lagi kenikmatannya. Nah kali ini, Hipwee akan membuktikan melalui 7 alasan mengapa kamu takkan pernah menyesal merantau di Jogja serta selalu berniat ingin kembali lagi.

1. Dibanding kota lainnya, Jogja punya warna berbeda. Meski kemacetan mulai melanda, keramahtamahan masih kental terasa



Sekarang, jalanan Jogja macet semua. Pembangunan hotel dan mall yang banyak mungkin jadi salah satu penyebabnya.”


Tak bisa dipungkiri bahwa tingkat kemacetan di Jogja semakin parah. Pengaruh dari kemacetan ini tentu saja tak bagi satu kalangan saja, anak rantau yang setiap pagi harus tepat waktu datang ke kampus atau kantor pun ikut pusing tujuh keliling dibuatnya.

Namun, meski riuhnya kemacetan Jogja ini terjadi setiap hari, tak membuat bosan para anak rantau untuk terus mengembangkan potensinya di sini. Keramahtamahan penduduk yang masih banyak dijumpai telah menjadi pemacu semangat untuk terus menunaikan tugas mulia sebagai generasi penerus bangsa.

2. Kost yang ramah harganya jadi saksimu belajar mengembangkan zona nyaman di luar keluarga. Di Jogja kamu belajar jadi dewasa



Karena makin banyaknya permintaan tempat tinggal sementara atau kost, banyak pengusaha kost-kost’an yang tak berani mematok tarif mahal bagi para pelajar atau anak rantau. Range harga dari 175-250.000 pun masih banyak ditemui di Jogja, khususnya daerah-daerah yang dekat dengan kampus atau perkantoran. Selain nggak boros uang saku, kesan yang kamu dapat tentang kost di Jogja adalah baiknya para ibu kost yang nggak tega mau nagih uang bulanan ketika kamu kelupaan atau telat. Iya nggak?

3. Kemewahan di sini bukan segalanya. Banyak kebahagiaan tercipta dari hal sederhana. Makan di angkringan dan burjo misalnya



Kalau kamu anak rantau sejati, makan di angkringan atau burjo pasti pernah dirasakan. Harga makanan yang ada di kedua tempat ini tak diragukan lagi murah dan hematnya bagi anak perantauan. Menikmati sate atau ceker ayam, lumpia hingga nasi telur yang mengenyangkan pun tak perlu merogoh kocekmu terlalu dalam, cukup 10.000 rupiah saja perutmu sudah sangat dipuaskan.

4. Kota ini sangat memanusiakan pelajar. Banyak paket-paket murah dan hemat buat anak rantau yang kantungnya pas-pasan


Mau nyuci, ada laundry yang murahnya nggak ketulungan, cuma 2.500/kg

Mau olahraga murah, ada paket futsal khusus pelajar

Mau refreshing, ada paket karoke murah khusus bagi pelajar

Mau makan, ada kok restoran dengan paket hemat khusus pelajar


Dengan banyaknya tawaran-tawaran bagi pelajar dan anak rantau tadi, Jogja selalu sukses membuat rindu karena paket-paket hemat semacam itu jarang ditemui di kota lain.

5. Urusan lepas dari kepenatan, Jogja selalu bisa diandalkan. Apa-apa dekat. Tinggal jalan!


Hingga saat ini, banyak tempat-tempat wisata yang nyaman dan murah ditemui di Jogja. Dari mulai pantai, gunung, bukit, atau tempat belanja sudah ‘menjamur’ seolah tahu bahwa anak-anak rantau itu rentan dengan kepenatan. Rehat sejenak dari kepadatan aktivitas selalu tak sabar ditunggu karena banyak tempat-tempat menarik yang ‘berbisik’ ingin segera dikunjungi.

Tak hanya tempat-tempat belanja yang murah dan beragam, penampakan alam dan pantai yang masih alami pun bisa kamu jadikan pelepas kepenatan di hari liburmu yang berharga di Jogja.

6. Gimana nggak bahagia? Modal 10 ribu dan harddisk aja, aman hiburan berbulan-bulan lamanya




Cukup dengan harddisk dan uang 10 ribu aja, hiburanmu udah bisa aman berbulan-bulan lamanya. Luxury, Platinum, Dewa Net, you name it. Hampir semua warnet di Jogja punya Ah. Kota ini memang selalu memudahkan pendatangnya…

7. Jogja tidak hanya memberimu gelar dan ijazah. Dia memberimu teman dan kenangan seumur hidup. Cintamu ke kota ini tidak akan redup




“Dulu niatan ke Jogja sih mau kuliah terus pulang lagi ke Lombok setelah lulus. Tapi, karena kebetulan keterima kerja di sini, niatan pulang ke Lombok pun tertunda. Betah dan nggak mau beranjak, itu kesan pertama ketika berada di kota yang ramahnya luar biasa ini. Nggak mustahil kalau dalam sehari aku mendapatkan senyuman dari orang di jalan, bahkan belum saling mengenal. Itu hal membahagiakan buatku, Jogja sangat istimewa dan tak pernah gagal membuatku ingin terus berada di sini hingga berkeluarga nanti.”

Terlalu sulit mendeskripsikan bagaimana istimewanya Jogja bagi anak rantau. Buatmu Jogja bukan seperti kata Jokpin yang terdiri dari angkringan dan rindu. Melainkan ‘Rindu, Rindu, dan Rindu.’










Karena orang yang tulus mencintai dan menyayangimu selalu mendokanmu bukan menduakanmu secara diam-diam. Dia tak akan pernah melupakanmu dalam doa dan hidupnya. Dan dia juga tak akan pernah menduakanmu dalam diam.

Hidup bahagia itu sebenarnya mudah, tak perlu bergelimang harta karena dengan harta juga belum tentu bisa membuat bahagia.

Hidup bahagia adalah hidup dalam hati sesorang dan di dalam doa seorang. Karena cinta tulus adalah orang yang mencintaimu dan mejadikanmu sebagai satu-satunya yang bertahta di hati.

Karena orang yang tulus mencintai dan menyayangimu selalu mendokanmu bukan menduakanmu secara diam-diam. Dia tak akan pernah melupakanmu dalam doa dan hidupnya. Dan dia juga tak akan pernah menduakanmu dalam diam.

Karena Mendoakan Adalah Cara Mencintai Yang Paling Tulus

Sebenarnya sangat banyak cara mencintai, mulai dari mencintai dengan mengumbar kemesraan di media sosial. Mencintai dengan cara memberikan gombalan romantis, namun bisa jadinya semua itu hanya bulsyt belaka bila belum diresmikan dengan akad.

Bila belum bisa mengucap akad di depan penghulu, ada cara lain mencintai dengan tulus yaitu dengan mencintai dengan cara mendoakan. Karena orang yang mendokanmu dan menceritaka serta meminta kepada Rabb-mu untuk menjadi kekasih halal adalah mempunyai cinta tulus untukmu.

Kamu Tak Hanya Tinggal Didalam Hatinya Melainkan Kamu Menetap Didalam Doa-Doanya.


Mungkin kamu akan menjadi orang yang paling bahagia karena kamu selalu menjadi bagian-bagia dari doanya. Kamu orang yang bertahta dalam doa dan hatinya. Tak ada kebahagian yang paling bahagia selain di doakan, di sayangi dengan cinta tulus dan dijadikan satu-satunya orang yang terpatri dalam hati.

Karena orang yang mencintai dengan tulus adalah orang yang selalu mendokanmu dengan diam-diam, bukan menduakanmu secara diam-diam. Yang tulus mencintaimu juga tidak akan menghianatimu, dia akan selalu menjaga perasaanmu.

Bagaiamana Mungkin Dia Mengatakan Bahwa Dia Memberikan Cinta Tulus JIka Nyatanya Dia Hanya Menduakan Cintamu.


Karena sejatinya orang yang mencintaimu dengan tulus tak akan pernah berkhianat, menduakan cinta dan tak setia. Karena dia yakin bahwa kesetiaan itu mahal harganya dan sebuah harga mati yang harus di jaga dengan sepenuh hati.

Meski kalian terpisahkan oleh jarak dan waktu, meski kalian tak saling bertemu karena berbagai alasan. Dia akan menjadi orang yang selalu setia menjaga perasaanmu dengan tulus. Orang yang akan selalu menghargaimu dengan sepenuh hati

Sumber: bapermulu.com










Jangan bersedih hanya karena masih sendirian dan belum juga dipertemukan dengan jodohmu.

Jangan melulu melihat mereka yang sudah bahagia bersama pasangannya cobalah sekali-kali lihat mereka yang tidak bahagia meski sudah memiliki pasangan.

Cobalah lihat mereka yang katanya mau setia sehidup ssemati malah berpisah sebelum mati.

Pilih Mana? Sakit Hati Sebelum Menikah Atau Setelah Menikah, Maka Pilihannya Adalah Sakit Hati Sesakit-sakitnya Sebelum Menikah Dari Pada Setelah Menikah




Percayalah, mereka yang memiliki pasangan belum tentu sepenuhnya bahagia. Masih banyak pasangan yang tidak bahagia atau justru merasa tersiksa. Jadi kesendirianmu saat ini sama sekali tak mengapa.

Atau mungkin kau selalu merasa paling tersakiti karena hingga kini kau hanya bertemu dengan seseorang yang selalu membuatmu terluka dan tersakiti.

Rasanya tidak adil selalu disakiti, tapi cobalah ambil hikmahnya. Lebih baik patah hati sepatah-patahnya sebelum menikah dari pada setelah menikah.


Menikah Itu Bukan Hal Spele yang Bisa Diputuskan Karena Mengikuti Perkataan Orang




Ketahuilah bahwa menikah itu bukan hal yang spele. Menikah bukan karena sudah cukup usia, bukan karena tidak tahan dengan gunjingan tetangga dan bukan pula karena selalu dikatakan per*wan tua.



Menikah itu kesiapan diri dari segala hal, maka tak perlu dengarkan apa kata mereka dan jalani hidupmu, tentukan pilihanmu tanpa harus mengikuti perkataan orang lain.

Pertimbangan Agar Tidak Salah Mengambil Keputusan



Hidupmu adalah hakmu sepenuhnya. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan tanpa perlu sibuk dengan omongan orang.


Jangan sampai salah mengambil keputusan hanya karena takut diomongin orang. Kau berhak menentukan hidupmu sepenuhnya maka jangan biarkan orang lain ikut campur kedalam hidupmu.



Lebih Baik Dikatakan Jomblo Karatan Dari Pada Kesepian dan Tak Merasakan Kebahagiaan Setelah Memiliki Pasangan



Tak mengapa meski sendirian karena terkadang yang sendirian juga tak kalah bahagia dari pada yang berdua namun tak merasakan kebersamaan dan kebahagiaan.


Abaikan perkataan mereka yang bisa menyakiti karena tidak semua omongannya harus dimasukkan kehati. Biarlah orang berkata apa yang penting kamu bahagia.


Lebih Baik Ditertawakan Karena Belum Memiliki Pasangan Dari Pada Tidak Bisa Tertawa Karena Selalu Bersedih Setelah Mendapatkan Pasangan



Jangan gegabah, karena lebih baik sendirian dulu dari pada bersama orang yang salah. Menikah itu sekali seumur hidup maka jangan sampai pilih, karena salah pilih pasangan akan merasa tersiksa selamanya. Lebih baik sedih karena sendirian dari pada tersiksa karena memiliki pasangan.



Warisan, harta yang dibagi oleh orang tua kepada anak-anaknya, ntah itu berupa properti atau aset berharga lainnya. Iya, ketika kita mendengar kata warisan itu disebut pasti yang terngiang di dalam kepala kita adalah uang dan uang.

Padahal warisan terbaik orang tua untuk anak-anaknya itu bukanlah harta, bukanlah berlian yang indah, bukan uang yang melimpah. Tapi ilmu agama, pendidikan yang baik, akhlaq mulia, dan kebiasaan-kebiasaan yang baik lainnya.

Lantas untukmu para orang tua, jangan berkecil hati mengingat keadaan yang sepertinya hanya sederhana saja, yang penting kamu sudah berusaha untuk mendidik dan mengajari anak-anakmu dengan baik akan suatu ilmu tentang hidup.

Ilmu Agama Akan Selalu Menjaga Anak-anak Saling Menyayangi dan Menghargai Satu Sama Lain

Pertama memang ilmu agama yang harus diajarkan kepada anak-anakmu, karena ilmu agama akan selalu menjaga anak-anakmu saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.

Bila ilmu agama telah mendasari jiwanya, maka dari kecil hingga besar pun dia tidak akan pernah lupa untuk saling asih dan saling asuh sesama sodara.

Pendidikan Akan Selalu Menjadikan Anak-anak Itu Istimewa Dengan Ragam Pengetahuan 

Lalu kenapa pendidikan itu juga penting? karena pendidikan itu yang akan mengajarkan bagaimana dia harus hidup meski nanti dia sudah lepas dari orang tua, pendidikan itu yang akan memberitahunya mana yang salah dan benar, dan pendidikan itu yang akan mengajarkannya selalu baik kepada sesama, terlebih orang tua.

Akhlaq Mulia Akan Selalu Menjadikan Anak-anak Itu Memiliki sopan santun dan Budi Pekerti yang Baik

Lantas akhlaq mulia? anak-anak memang harud selalu dibekali akhlaq mulia oleh orang tua, karena manusia akan dikatakan seorang insan bila dirinya mampu menjaga akal dan akhlaqnya dengan baik.

Akhlaq mulialah yang akan menjadikan anak-anak itu mampu memiliki sopan santun, tatakrama, dan budi pekerti yang baik ketika sudah berbaur dengan yang lainnya.

Anak-Anak Akan Mendapat Kebahagian Dunia dan Akhirat, Bila Orang Tua Telah Memberinya Bekal Hidup yang Cukup

Intinya, anak-anak akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan karena dia sudah orang tua jamin dengan kehidupan yang serba berkecukupan dan mewah, tapi disaat orang tuanya sadar akan tanggung jawab yang sebenarnya.

Anak-anak akan tumbuh menjadi penerus kehidupan yang baik bila memang orang tuanya telah memberinya bekal hidup yang cukup, baik, dan sesuai dengan aturan-Nya.

Karena Harta Benda Kadang Hanya Membuat Mereka Bertikai, Berebut, dan Saling Dengki Satu Sama Lain Saat Orang Tua Sudah Tidak Ada

Jadi ingatlah dengan baik wahai orang tua dan semua yang hendak menjadi orang tua, jangan berpikiran sempit bahwa hanya harta bendalah yang anak-anakmu butuhkan, tapi kasih sayang, didikan, dan bekal hidup yang cukup.

Mengapa harta benda lebih rendah nilainya dari ilmu agama, pendidikan, dan akhlaq mulia? karena harta bisa dicari kapanpun, tapi membentuk diri yang baik perlu dibiasakan dari sejak anak itu kecil.

Dan satu lagi, harta bendalah yang kadang membuat mereka (anak-anak) bertikai, berebut, dan saling dengki satu sama lain saat orang tua sudah tidak ada lagi. Na’udzubillah

Contact Me

Contact With Me

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and type setting industry when an unknown printer took a galley of type

  • 9908B Wakehurst St.Rockaway
  • 990800113322
  • info@domain.com
  • www.yourinfo.com