Januari 2020

My Blog

Latest blog


Inilah kehidupan jadi kenapa masih bingung menghadapi beban hidup yang kini datang membelenggumu? sadarlah! kamu punya Allah yang maha mampu mengubah keadaan menjadi lebih ringan dan lebih bak.

Jika tetap bingung dan tidak tahu mau berbuat apa, sholatlah agar hatimu luruh dengan ketenangan, istighfar banyakin agar kecewamu cepat reda, dan jangan lupakan doamu, berdoalah agar kamu bisa memperoleh bahagiamu kembali.Jika Kamu Tidak Tahu Apa yang Harus Kamu Lakukan, Sholatlah! Minta Petunjuk Kepada Allah

Minta petunjuk kepada Allah, jika memang kamu tidak tahu harus berbuat apa atas apa yang kini menimpamu, haturkan setiap resah gelisahmu kepada Allah dalam shlatmu.

Jika Rasa Kecewamu Belum Juga Hilang, Perbanyaklah Membaca Istighfar Kepada-Nya
Dengan kecewa yang terus menghujam hatimu, haturkan pula kepada Allah dengan memperkuat bacaan istighfarmu, karena dengan banyak-banyak meminta ampun kepada-Nya insyaallah bebanmu sedikit demi sedikit luruh.

Jika Kesedihanmu Tetap Saja Membelenggumu, Maka Berdoalah Kepada Allah Agar Bahagiamu Segera Hadir

Tentang kesedihan yang kamu alami, jangan membuatnya terus berlama-lama dalam hatimu, hapus semua itu dengan memperkuat doamu kepada Allah, karena jika kamu terus tanpa henti berdoa insyaallah akan Allah hadirkan bahagiamu.

Jika Semuanya Begitu Memberatkanmu, Pasrahlah Kepada Allah Dengan Tanpa Tapi dan Penuh Kerendahan Hati

Karena jika memang semuanya begitu memberatkanmu, maka pasrah dan menundukkan hati supaya tetap rendah berbaik sangka adalah hal jitu yang harus kamu lakukan agar tetap semangat menjalani hidupmu.

Intinya, Jangan Pernah Jauh-jauh Dari Allah Ketika Semua Sesal Begitu Menghujam Hatimu

Intinya adalah jangan pernah kamu jauh-jauh dari Allah, shalat, perbanyak istighfar, dan getollah dalam berdoa, apalagi ketika semua sesal begitu membuncah di dada, insyaallah tiga hal diatas akan membuatmu lebih tenang dan sabar menjalani semuanya.


Tidak usah terlalu merasa frustasi dengan apa yang kamu alami sekarang, karena setiap orang sungguh telah memiliki porsi masalahnya masing-masing.

Jadi ingat ya, setiap orang memiliki masalah, memiliki ujiannya masing-masing, maka hadapi masalahmu dengan sabar dan ikhlas.


Tidak Usah Selalu Membandingkan, Agar Kamu Tidak Selalu Mengeluh.


Kamu itu tidak usah selalu membandingkan, kamu tidak usah selalu melihat bahwa hanya kita yang Allah beri ujian, agar kamu tidak selalu mengeluh dan menggerutu.

Tundukkan Saja Hatimu Dengan Rasa Sabar, Agar yang Kamu Tahu Hanya Berbaik Sangka Pada Allah

Lantas tundukkan saja hatimu dengan rasa sabar, tundukkan hatimu dengan ikhlas, agar yang kamu tahu hanya berbaik sangka kepada Allah.
Yakinlah, Pasti Ada Kebaikan yang Akan Kamu Temui, Saat Semuanya Kamu Hadapi Dengan Tenangnya Kesabaran

Tetap yakinlah, pasti ada kebaikan yang akan kamu temui, pasti ada tujuan baik yang Allah sandingkan bersamanya.

Saat semuanya kamu hadapi dengan tenangnya kesabaran, pasti kamu akan selalu tahu caranya tenang dan tenang.
Allah Tentu Telah Siapkan Sesuatu yang Luar Biasa Dibalik Apa yang Kamu Hadapi

Sekali ingat lagi, Allah tentu telah siapkan sesuatu yang luar biasa dibalik apa yang kamu hadapi, Allah telah menyediakan hal indah dibalik masalah yang kamu hadapi, jadi tetaplah bersabar dulu.

Tidak Mungkin Allah Akan Membuatmu Bersedih Lalu Meninggalkanmu Begitu Saja

Sungguh tidak mungkin Allah itu akan membuatmu bersedih lalu meninggalkanmu begitu saja, tidak mungkin Allah akan mengabaikanmu setelah kamu diberi ujian hebat dan masalah yang menurutmu berat.


Sebelum kamu memutuskan untuk membaca tulisan ini, pastikan dulu jika kamu tak pernah bermasalah dengan romantisasi suatu hal. Sebab aku yakin, ini adalah sekian kalinya bagaimana orang-orang meromantisasi Yogyakarta dengan sedemikian rupa. Sadar atau tidak, Jogja adalah perumpamaan seorang ibu yang berangsur-angsur menjadi tua, kewalahan dan kelelahan menghadapi anak-anaknya yang semakin dewasa. Ia digilas hal-hal menyeramkan berupa kenangan dan ingatan yang terjaga setiap incinya dari masing-masing manusia yang berada di dalamnya.

Waktu terasa begitu cepat di kota ini, terlebih bagi kamu yang rasanya baru tempo hari menginjakkan kaki pertama kali di tanah yang kata mereka “kota pelajar” ini. Hari demi hari berlalu, rupanya tanpa sadar musim wisuda telah tiba. Itu tandanya, kamu harus bersiap-siap merapikan kenangan demi kenangan, memunguti setiap jengkal ingatan yang pernah kamu ciptakan dan mengikhlaskannya.

Tuhan rupanya sedang menjalankan tugasnya menjadi baik untukmu sekaligus memberimu pelajaran


Aku tahu, semua orang membenci perpisahan, dan mungkin kamu adalah salah satu dari mereka. Namun, mungkin kamu juga lupa, beberapa waktu lalu kamu selalu memohon kepadaNya perihal skripsi atau tesismu yang tak kunjung selesai. Sedangkan kali ini kamu menyesal karena Tuhan telah mengabulkan permintaanmu untuk memberimu semangat demi menyelesaikan tugas utamamu, namun ternyata ia memberikan hal lain juga. Ialah perpisahan dengan apa saja yang pernah kamu kenal sebelumnya. Lucu sekali memang cara kerjanya, kamu meminta satu, Tuhan memberinya dua.

Malangnya, aku percaya bahwa Jogja mungkin adalah salah satu dari sekian banyak kota yang tak akan pernah membiarkan siapapun untuk berdamai dengan ingatannya setelah mereka menginjakkan kakinya di kota ini. Itu adalah berita buruk bagimu. Lagi-lagi kamu akan segera menghadapi kalimat selamat tinggal yang telah sedia di depan mata. Memaksamu untuk mempercayai bahwa ada kata “selamat” setelah ditinggal. Naif sekali bukan?

Semua akan meninggalkan Jogja pada waktunya, dan mengubur dalam-dalam kenangan tentangnya



“Tak ada awal yang tak memiliki akhir”


Begitu pun denganmu, setelah bersusah payah menyelesaikan masa studimu yang bertahun-tahun tak kunjung usai. Kali ini kamu harus bersyukur karena berhasil melewatinya sekaligus melawan kenyataan pahit bahwa kamu akan segera meninggalkan rumah keduamu beserta manis pahit kenangannya. Kembali ke pangkuan orang tuamu dan keluarga kecilmu di kota seberang, menceritakan bagaimana kamu bertemu dengan orang-orang hebat di kota ini. Orang-orang di sini nyaris tak pernah megenal waktu 24 jam, di kota ini seakan-akan waktu berjalan sampai 25 jam setiap harinya.

Kamu sadar bagaimana kota ini perlahan-lahan menjelma menjadi Jakarta, penuh sesak dengan rutinitas manusianya, namun tak pernah kehilangan senyum dalam setiap kesibukannya. Kelak kamu juga akan menceritakan pada adik-adikmu di rumah bagaimana magisnya matahari yang berangsur-angsur menjadi redup saat kamu memandanginya dari tepian Sungai Code. Dan juga bagaimana riuhnya Jalan Kaliurang, Gejayan, Seturan, hingga Babarsari. Tempat di mana puluhan hingga ratusan kafe berjejal, tempat yang menjadi favoritmu ketika menyelesaikan tugas-tugas kampusmu. Atau mungkin juga bagaimana kisah tragismu saat ditinggal kekasihmu ketika mengikuti kurang ajarnya program kuliah yang bernama KKN di mana kamu harus melihat berita banyaknya pasang mata para mahasiswa yang harus rela kehilangan kekasihnya karena terlibat cinta lokasi dengan dengan teman sekelompoknya, dan kamu adalah salah satunya.


Aku tahu, saat akhir bulan tiba dan kiriman uang dari ibumu habis, kamu selalu datang ke burjo-burjo terdekat, di sana kamu selalu memesan Indomie rebus atau nasi telur, segelas es teh, dan mungkin sebatang rokok. Kemudian duduk berlama lama sambil memikirkan bagaimana nasibmu esok hari.

Pulanglah, Jogja akan tetap selalu menjadi rumahmu kok




Konsep jatuh cinta memang selalu menyebalkan dan penuh omong kosong. Setiap orang yang sedang merasakan jatih cinta selalu memberikan hak istimewa kepada hal lain untuk menyakitinya. Begitupun dengan Jogja,aku percaya jika kamu juga selalu memberi Jogja kesempatan untuk menyakitimu berkali-kali dengan caranya sendiri. Dengan bagaimana kamu dibiarkan merawat pusara kenangan dari ujung selatan hingga ujung utara, dari ujung timur hingga ujung barat, dan di seluruh lampu merah yang tersebar di sepanjang jalur lingkar Jogja.

Dan sekali lagi, sayangnya Jogja tak pernah mengizinkan kita semua berdamai dengan ingatan. Namun kita semua juga percaya bahwa mencintai seuatu adalah bagaimana kamu bertahan meskipun dikecewakan berulang kali. Begitu pula dengan Jogja, kota yang telah memberimu secuil kehidupan.


Setelah menemui orang tua dan melihat bagaimana rumahmu di kota seberang serta menceritakan bagaimana rumitnya Jogja, kembalilah, Jogja terlalu luas untuk menampung ingatan setiap manusia yang pernah berada di dalamnya. Kelak kamu akan sadar bagaimana kota ini dirancang sedemikian rupa sehingga begitu banyak hal yang tak dapat diterjemahkan oleh kata-kata.









Tidak kaget bila dalam sebuah rumah tangga perjalanannya terjadi percekcokan antar pasangan. Ntah masalah tersebut kecil atau masalah besar perlu diingat oleh istri, bahwa bagaimana pun kondisinya sang istri harus mengecilkan suaranya dalam artian merendahkan nada bicaranya ketika berdebat dengan sang suami.

Dalam kehidupan Rumah Tangga berlangsung sedikit perbedaan pendapat pada suami istri yakni hal yang wajar. Dengan kondisi seperti apa pun seorang istri mesti memelankan suaranya saat bicara dengan suaminya walaupun dia mengganggap gagasannya benar.

Seorang suami adalah orang yang paling mesti ditaati dan dihormati oleh istri. Seperti kita kenali kalau Rasulullah dalam beberapa haditsnya menunjukkan begitu tinggi kedudukan suami untuk istrinya :

“Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi)

“Tidaklah layak untuk seorang manusia untuk sujud pada manusia yang lain. Kalau pantas/bisa untuk seorang untuk sujud pada seorang yang lain pasti saya perintahkan istri untuk sujud pada suaminya karena besarnya hak suaminya terhadapnya…” (HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik istri yaitu yang taat pada suaminya, bijaksana, berketurunan, sedikit bicara, tak suka membicarakan suatu hal yg tidak berguna, tidak cerewet serta tak suka bersuara hingar-bingar dan setia pada suaminya.” (HR. An Nasa’i)

Jika suami berbuat salah atau salah, Jadi telah semestinya untuk sang istri untuk mengingatkan suami dengan baik, dengan suara lemah lembut, tidak membentak (bertemura keras), dan tidak juga menyinggung perasaannya.

 Sikap kasar istri pada suami dan atau sebaliknya menandakan kurangnya pengetahuan dan keburukan akhlak. Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baiknya wanita untuk suami adalah yang menyenangkan saat diliat, taat saat diperintah, dan tak menentang suaminya baik dalam hatinya serta tak membelanjakan (memakai) hartanya pada perkara yang dibenci suaminya” (H. R. Ahmad)


Sebagaimana anak dapat dikira durhaka pada orang tua, jadi istri dapat juga dikatakan durhaka pada suami saat berani membentaknya. Wallahu A’lam.

Bidadari Geram pada Istri yang Memarahi Suaminya

Jika seseorang suami dibentak atau di dzalimi oleh istrinya, jadi beberapa bidadari di surga bakal geram pada istri yang memarahi suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya didunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu ; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami” (HR. At-Tirmidzi)

Ini seharusnya jadi pelajaran untuk para istri tidak untuk mendzalimi suaminya. Saingannya berat, saingannya bukanlah lagi madumu atau yang lain. tetapi sainganmu yaitu bidadari yang Allah subhaanahu wa ta’ala mensifatkannya di dalam al-Qur’an. (QS an-Naba’ : 31-33), (QS. At-Tur : 20), (QS. Ar-Rahman : 70)

Solusi Bila Terpaksa Ingin Marah Pada Suami

Bila kemarahan menempa dan telah tidak tertahankan, tentunya tidak dianjurkan untuk mengekspresikan lewat cara meledak-ledak di depan pasangan. Terlebih dengan cara membentak. Ada beberapa hal yang dapat kita kerjakan bila tengah ingin geram pada suami.

Hal yang pertama dilakukan ialah katakan istighfar. Mohon ampunlah pada Allah. Istighfar bakal memperingan hati kita. Setelah itu, klarifikasi secara detil duduk persoalan. jangan ikuti nafsu lantaran emosi bakal makin meluap-luap. Namun sebisa mungkin, tahanlah dahulu emosi.

Lantaran bicara dalam kondisi emosi cuma bakal memperburuk kondisi, lantaran terkadang kita menginginkan menumpahkan kekesalan, bahkan juga kekesalan yang sudah lalu.

Bila di rasa telah dapat mengendalikan diri, Ambil air wudhu kemudian lakukan shalat dan berdoalah. Adukan semua masalah pada Allah. Semua kekesalan, kecewa, adukan saja. Dan tidak lupa, mintalah pada-Nya untuk diberikan jalan keluar.

Jika diri telah tenang, awalilah bicara dengan suami. Ingat, yang bakal dibicarakan yakni dalam rangka mencari jalan keluar, bukanlah untuk menambahkan kericuhan. Tidak lupa, ada unsur saling menasehati dalam rumah tangga. Berikan nasehat pada pasangan atas kesalahan yang dikerjakan.

Nah, sahabat itulah penjelasan mengapa sang istri tidak boleh bicara bernada tinggi atau bahkan membentak suami. Ingatlah para istri sainganmu adalah bidadari.




Para wanita jaman sekarang jika kamu lebih mementingkan dandan ketimbang menjaga anak, tidak mendidik anak, dan tidak memberikan bekal akidah dan akhlak Kamu Wajib ketahui beberapa hal ini

Jangan sampai karena suka berdandan dan akhirnya menyenangkan lelaki lain akhirnya ada lelaki yang lebih menarik dari suami, lalu suami ditinggalkan suruh mengurus anak, jadi ibu sekaligus ayah padahal anak lebih membutuhkan kasih sayang ibu.

Wanita jaman sekarang kadang lebih sibuk menata riasan wajah dari pada menata hati, ia lebih sibuk mantangin medsos hanya untuk update barang branded daripada berlama-lama belajar suatu hal yang menambah wawasan.

Mereka tidak sadar bahwa tugasnya semakin dewasa sangatlah berat, mungkin mereka fikir mumpung masih muda jadi banyakin senang-senang.
Padahal, justru ketika masih mudalah harus banyak membekali diri dengan ilmu dan hal-hal yang bermanfaat, daripada hanya sibuk hura-hura dengan teman-teman sebaya.

Kamu harus sadar, bahwa sebentar lagi kamu akan sampai dimana bibir mungil itu akan memanggilmu “Ibu”, dan pastinya dia tidak butuh barang brandedmu, dia tidak butuh beragam make-up mahalmu, dan dia tidak butuh wajah cantikmu.
Tapi yang dia butuhkan adalah kasih sayangmu, ajaran akhlaq mulia darimu, dan bekal ilmu yang akan menjadikannya shaleh dan shalehah dihadapan Allah.

Wanita, Lebih Sibuklah Kamu Memperbaiki Diri, Memperbaiki Akhlaq, Dan Membekali Diri Dengan Ilmu

Jadi, wanita lebih sibuklah kamu memperbaiki diri, memperbaiki akhlaq, dan membekali diri dengan ilmu. Sebab, saat kamu menjadi seorang ibu, maka tentu setiap yang kamu lakukan akan digugus dan ditiru.
Mengapa? Karena kamu adalah guru pertama yang akan mengajarkan padanya apa arti kehidupan yang sesungguhnya

Anakmu Butuh Ibu Yang Tangguh Dan Menginspirasi, Jadi Jangan Hanya Fokus Membenahi Diri Dengan Make-Up Yang Warna-Warni

Anakmu kelak butuh ibu yang tangguh dan menginspirasi, jadi jangan hanya fokus untuk terus menerus membenahi diri hanya dengan make-up yang berwarna-warni.
Karena semua itu tidak ada gunanya, bila kau tak pernah ajarkan kebaikan padanya.

Kamu Adalah Madrasah Pertama Bagi Anakmu, Lantas Bila Kau Tak Tahu Cara Memperbaiki Diri Bagaimana Kelak Kau Membekalinya Dengan Akhlaq Mulia?

Ingat, kamu adalah madrasah pertama bagi anak-anakmu, laatas bila kau tidak tahu caranya memperbaiki diri dengan baik dan benar bagaimana kelak kamu akan membekali dirinya dengan kebaikan, akhlaq mulia, ilmu, dan suatu yang bermanfaat lainnya?

Sadarlah, semua itu adalah tanggung jawabmu sebagai ibu yang harus kamu penuhi dengan bijak.

Tanggung Jawabmu Adalah Membentuknya Menjadi Generasi Yang Shaleh Dan Shalehah. Maka, Didiklah Dirimu Menjadi Shalehah Terlebih Dulu
Karena tanggung jawabmu adalah memang harus membentuknya menjadi generasi yang shaleh dan shalehah.

Maka, didiklah dirimu menjadi shalehah terlebih dulu, sebelum kamu membentuknya menjadi insan yang baik dan benar menjalani aturan Allah dalam kehidupan ini.

Jadi, Jangan Pergunakan Waktumu Hanya Melulu Benerin Wajah, Karena Anakmu Tidak Butuh Ibu Yang Cantik. Tapi Ia Butuh Ibu Yang Selalu Tangguh Dengan Kebaikan

Kamu harus berpikir tangkas sejak masih muda, jangan pergunakan waktumu hanya untuk berhura-hura, kesana-kemari datengin salon, dan hanya melulu benerin wajah, karena anakmu tidak butuh ibu yang cantik.

Tapi ia butuh ibu yang selalu tangguh dengan kebaikan, karena hanya kebaikanlah yang akan menghantarkannya pada kebaikan-kebaikan Allah





Setíap orang pastí meríndukan sosok yang mampu menjadí teladan dan panutan dalam kehídupan seharí-harí. Sosok tersebut dapat kíta temuí melaluí ayah dan íbu dí rumah yang telah merawat dan menjaga kíta mulaí darí kecíl híngga menuju ke puncak kesuksesan.

Tapí tídak bísa dípungkírí bahwa sosok ayah maupun íbu juga tak luput darí kesalahan dan mungkín membuat kíta sakít hatí bahkan berníat untuk membencí mereka. Tapí apakah tíndakan membencí orang tua merupakan suatu tíndakan yang benar dan terpují?

Marí kíta bercermín períhal síkap yang harus kíta tunjukkan terhadap orang tua baík ítu ayah maupun íbu kíta. Agama Íslam mengajarkan tentang bagaímana mengasíhí orang tua dan tídak pernah sedíkítpun menyínggung tentang membencí dan memusuhí orang tua. Justru sebalíknya, ketíka perílaku membencí orang tua dílakukan maka akan ada suatu balasan atau dampak darí tíndakan tersebut. Tídak ada agama dí dunía íní yang mengajarkan bagaímana.

Namun setíap agama pastí mengajarkan bagaímana mengasíhí dan mencíntaí orang tua kíta dengan sungguh-sungguh terlepas darí kelasahan yang mereka lakukan. Ístílah “baík buruk ayahku día tetap pahlawanku, baík buruk íbuku día tetap surgaku” mau menggambarkan kepada kíta semua bahwa bagaímanapun keadaan orang tua kíta. Mestínya kíta harus tetap menghargaí dan menghormatí mereka sebagaí utusan Tuhan dalam hídup kíta masíng-masíng.

Setíap manusía pastí pernah melakukan dosa dan kesalahan termasuk kedua orang tua kíta, namun kíta díanjurkan untuk memaafkan belíau. Sayangí orang tuamu, hormatí orang tuamu, bahagíakan orang tuamu. Akan ada saatnya nantí kamu akan berpísah dengan mereka selamanya, dan semoga perpísahan ítu tídak menínggalkan bekas dan luka sehíngga membuatmu tídak bísa memaafkan dírí sendírí.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Jangan lupa like, share dan amalkan ya, semoga bermanfaat untuk kita semua 


Tidak semua pernikahan itu membahagiakan dan tidak semua rumah tangga itu sehat. Masih banyak rumah tangga yang tidak bahagia namun memilih bertahan dan tidak bercerai.

Padahal di dalam rumah tangganya terjadi perselingkuhan, KDRT dan berbagai hal buruk lainnya, akan tetapi ada pasangan suami-istri yang tetap memilih bertahan.

Ada beberapa alasan kenapa pasangan suami-istri tetap bertahan meski rumah tangga mereka tidak bahagia dan diambang kehancuran, berikut ini penjelasannya:

1. Takut Hidup Sendiri

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Personality and Social Psychology mengatakan bahwa seseorang yang merasa takut hidup sendiri akan membuatnya bertahan meski rumah tangganya buruk.

2. Bertahan Karena Anak

Ketika pasangan suami-istri memiliki anak maka akan mempertimbangkan sebab faktor terbesar untuk bertahan adalah anaknya.

Sebab anak sangat membutuhkan sosok ayah dan ibu untuk tumbuh dan berkembang. Sehingga banyak pasangan suami-istri yang tetap bertahan demi anaknya.

3. Tidak Kuat Secara Finansial

Walau suami istri selalu bertangkar namun memilih tetap bertahan karena tidak kuat secara finansial. Ia belumbisa mandiri jika berpisah dari pasangannya.

4. Cinta

Salah satu dari suami atau istri memiliki perasaan cinta yang sangat mendalam, sehingga meskipun tidak memiliki kecocokan di dalam pernikahannya ia tetap memilih bertahan hingga maut memisahkan.

5. Takut Terhadap Pandangan Masyarakat

Memilih bertahan karena terlalu takut di pandang oleh masyarakat jika nantinya menjadi duda atau janda. Sebab tidak semua

Tak sedikit yang takut dengan pandangan masyarakat, bagaimana kalau menyandang status sebagai janda/ duda, tentu saja tidak semua orang sanggup menanggung hal ini.

Apalagi jika menyandang jabatan yang bagus, misalnya karir tinggi di kantor sedang baik-baiknya, sehingga tidak mau nama baiknya jatuh karena kegagalan rumah tangga.

Yang paling perlu diperhatikan adalah pentingnya niat baik dari kedua pihak pasutri untuk menghentikan hal-hal yang membuat kondisi rumah tangga menjadi tak sehat.

Ibaratnya penyakit, jika tidak diobati, tak dicaritahu sumber penyakitnya, tentu saja bisa mengakibatkan hal yang tak diinginkan di masa depan, entah itu kondisi penyakit yang lebih buruk, koma, bahkan akhirnya mati.

Jika kondisi rumah tangga sudah mati alias tak lagi ada interaksi hangat di dalamnya, maka sesungguhnya rumah tangga tersebut sudah jauh dari tujuan pernikahan sebenarnya dalam Islam. Wallaahualam.



Kedewasaan setiap orang memang berbeda. Patokannya juga bukan hanya umur semata. Dewasa secara mental, lebih dilihat dari bagaimana kamu menghadapi masalah. Tentunya seiring berjalannya waktu, sikapmu ketika menghadapi masalah berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang sudah kamu alami sebelumnya, serta perkembangan pola pikir yang membuatmu jauh lebih bijaksana.

Tapi, dewasa itu seperti apa sih? Rasa-rasanya hidupmu belum banyak berbeda dari sebelumnya. Apa yang kamu jalani sehari-hari rasanya hanya gitu-gitu saja. Hal ini juga cukup membuatmu resah, sih. Apa iya kamu sudah menjadi lebih dewasa? Apa iya hidupmu sudah mengalami peningkatan? Tenang saja. Sikap yang dewasa itu bisa dilihat dari apa yang kamu lakukan sehari-hari. Misalnya beberapa hal ini. Meski sepele, tapi menandakan kamu sudah jauh lebih dewasa.

1. Kamu bisa bersikap baik terhadap orang yang kamu benci sekalipun. Karena rasa tak suka personal bukan alasan untuk bersikap tidak profesional



Dalam hidup ini, kita bisa bertemu dengan banyak model manusia. Ada yang menyenangkan, banyak juga yang menyebalkan. Ada yang kamu sukai, ada juga yang sekadar melihatnya saja sudah membuat mood-mu anjlok. Namun, di satu sisi, terkadang kita dituntut untuk tetap berinteraksi dan bekerja sama dengan orang yang kita benci. Misalnya dalam dunia kerja. Kamu mampu bersikap profesional dengan tetap bekerja sebaik-baiknya meski berpartner dengan orang yang nggak kamu suka. Kamu dewasa, karena nggak mencampuradukkan urusan kerja dengan urusan personal.


2. Kamu bisa menahan diri untuk nggak membeli sesuatu walaupun kamu pengen banget, karena situasi yang nggak memungkinkan untuk itu



Pernah nggak sih kamu begitu ingin membeli sesuatu? Walaupun kalau ditanya, kamu juga nggak tahu apa fungsinya. Atau setidaknya, kamu nggak butuh-butuh banget dan kalau nggak beli, kamu tetap akan bisa hidup dengan baik. Keinginanmu untuk membeli itu didasari rasa ingin semata. Mungkin karena warnanya cantik, penasaran, atau sekadar buang duit saja. Tapi di momen ini, kamu mampu menahan keinginan itu meskipun kalau dipaksa, ya kamu sebenarnya mampu. Kamu mempertimbangkan fungsinya dan situasi keuanganmu sendiri sebelum impulsif memutuskan sesuatu. Hal ini nggak mudah, lo.


3. Berantem dan berseberangan dengan teman itu hal yang biasa. Kamu mau mengajak mereka bicara untuk memutus aksi diam-diaman



Konon katanya, belum benar-benar sahabat kalau kalian belum pernah bertengkar. Entah karena sikapmu atau sikapnya yang kelewat menjengkelkan, perbedaan pendapat tentang suatu hal, hingga kesalahpahaman. Kamu juga sama. Dengan sahabat baikmu, terkadang kamu berseberangan. Hal itu membuat kalian sempat diam-diaman. Namun, alih-alih membawa persoalan ini ke media sosial, kamu berani mengajaknya bicara dan meluruskan semua. Bagaimanapun, kamu mengerti jika permasalahan antarsabahat seperti ini harus diselesaikan baik-baik kalau kamu nggak mau kehilangan sahabatmu.


4. Saat melakukan kesalahan, kamu akan berbesar hati mengakuinya. Alih-alih memutar fakta dan mencoba membenarkan diri sendiri



Hal ini masih ada hubungannya dengan poin tiga. Andaikan saja, setelah pembicaraan baik-baik antarsahabat sudah dilakukan, dan ternyata kamu yang melakukan kesalahan, kamu bisa dengan lapang dada mengakuinya. Kamu menyadari kealpaan yang kamu lakukan, bukannya malah mencari-cari alasan dan kambing hitam untuk menutupi kesalahanmu. Mau mengakui kesalahan dan mau memperbaiki diri supaya nggak salah lagi, adalah salah satu ciri sikap yang dewasa. Nggak semua orang bisa melakukannya, lo. Lihat saja di media sosial, banyak tuh orang-orang yang ribut saling menyalahkan.


5. Terkadang kamu memang nggak tahu apa yang sedang dan harus kamu lakukan. Tapi kamu bisa memutuskan dengan memahami berbagai risikonya



Apakah orang yang sudah dewasa selalu tahu apa yang dia lakukan? Apakah dewasa berarti mengetahui pasti apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan di setiap situasi? Ah, nggak juga. Karena kebanyakan dari kita memang sering nggak tahu apa yang sedang dan harusnya dilakukan. Terkadang, hari-hari berjalan begitu saja seperti aliran air. Namun, kamu tahu pasti kalau hidup itu sekumpulan keputusan yang harus diambil dengan risikonya masing-masing. Kamu juga tahu bahwa keputusan itu harus diambil sendiri olehmu. Karena, meski nggak tahu juga bagaimana yang benar, hidupmu adalah tanggung jawabmu. Itulah yang membuatmu dewasa.


6. Sudah berusaha sekeras-kerasnya tapi tetap hasil yang baik nggak datang. Kamu pun tetap bisa tertawa dan bilang “Ya sudahlah, nggak semua keinginan bisa didapatkan”



Menerima kegagalan itu luar biasa sulitnya. Bayangkan saja, kamu begitu menginginkan satu hal ini. Kamu sudah mengusahakan yang terbaik, dan mengorbankan beberapa hal yang sebenarnya sama berharganya. Namun, setelah usaha yang sedemikian keras, nyatanya hasil yang diharap nggak bisa didapatkan. Sakit sekali, bukan? Namun, kamu mengerti bahwa pengaturan semesta terkadang memang membingungkan. Dan nggak semua keinginan bisa didapatkan. Ketika kegagalan lagi-lagi datang, kamu tetap bisa tersenyum meski perihnya bukan kepalang. Nggak apa-apa…


Menjadi dewasa itu ternyata nggak mudah, ya? Harus pandai-pandai berkompromi dan menahan diri. Harus mau mengakui kesalahan diri sediri dan menyadari bahwa ada banyak perspektif dan kamu nggak mungkin benar terus. Terlebih, harus mengambil keputusan meski nggak tahu juga apa yang harus dilakukan. Tapi, memang begitulah hidup ini ‘kan? 🙂





Semua orang pasti sangat ingin bekerja di kampung halaman sendiri, selain bisa dekat dengan keluarga, kehidupan di kampung yang kita sudah lalui sejak lahir pastinya akan terasa lebih nyaman ketimbang di kampung orang.

Namun terkadang susahnya mencari pekerjaan di kampung sendiri membuat kita mau tidak mau harus keluar kampung mencari pekerjaan, entah itu demi mencari nafkah untuk orang tua, anak dan istri atau demi masa depan yang kita impikan. Banyak masalah yang sering terjadi saat kita sudah berada di tanah rantau dan terkadang sebagian orang yang mentalnya tidak kuat harus menyerah di tengah jalan dan memilih kembali ke kampung halaman.

Tapi, tidak sedikit juga yang memilih bertahan dan menjalani pahit manisnya hidup di tanah rantau. Biasanya, hanya ada beberapa orang saja yang bertahan dengan segala ujian akan kesuksesan di kemudian hari. Meski rejeki seseorang berbeda-beda, namun harus punya mental yang kuat untuk menghadapi semua masalah di tanah orang. Tentunya banyak faktor yang sangat penting dalam meniti sebuah kesuksesan.

1. Memiliki Lebih Banyak Teman.

Keluar dari kampung halaman akan membuat kita menjadi asing di negeri rantau, maka kita harus mencari teman setiba nya dirantau, dengan mencari teman di rantau akan menambah jumlah teman kita dan tentunya akan sangat membantu kita dalam bertahan hidup di rantau. Serta kamu tidak hanya berteman dengan orang yang sama di kampung sendiri, melainkan dengan orang yang berasal dari daerah yang berbeda bahkan dari bangsa dan negara yang berbeda.

2. Menjadi Orang Yang Mandiri.

Tentu saja, kenapa? Karena kamu hidup di rantau tanpa abang, kakak, ayah ataupun ibu. Kamu harus melakukan segala sesuatunya sendiri, mulai dari memasak, mencuci, bersih bersih dan segala hal yang lain. Ini sangat berbeda jika kamu hidup di kampung halaman yang segala nya serba dilakukan oleh ibu atau pun saudara kita yang lainya. Tentu hal ini akan mengurangi kemandirian kita, so kamu pasti merasa lebih mandiri ketika berada di rantau bukan? Tentu saja jika hidup di rantau jauh lebih mahal.

Apalagi bagi kamu yang pergi merantau kuliah tanpa beasiswa dari pemerintah, tentu kamu akan di paksa bekerja lebih dari yang biasanya untuk mempertahankan study mu , hal inilah yang akan membuat kamu bermental baja serta siap untuk menghadapi dunia kerja kelak dimasa depan.

3. Belajar Untuk Beradaptasi


Beradaptasi dengan lingkungan yang baru sangat lah sulit, butuh skill dan kemampuan yang tinggi untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru, apalagi jika kita merantau nya ke luar negeri, tentu akan lebih sulit lagi, namun dengan kesulitan itu pulalah yang menjadikan kita kuat dan bermental baja. Contoh nya saja jika kamu merantau ke Eropa atau Timur Tengah, kamu akan dipaksa untuk hidup dengan cuaca ekstrem dengan 4 musim yang sangat berbeda dengan Indonesia.

4. Belajar Cara Bertahan Hidup

Ya , setiap perantau akan merasakan bagaimana susah nya bertahan hidup di daerah baru , jika biasanya kita di kampung halaman hidup dengan orang tua, kita akan lebih mudah menyerah dalam berbagai hal karena kita tahu ada orang tua yang akan membantu kita, namun jika kita hidup dirantau, "Siapa yang akan membantu kita?" Tidak ada, itulah mengapa skill bertahan hidup kamu akan terasah di rantau. Serta kamu akan bertahan untuk tidak menyerah terhadap keadaan.

5. Menjadi Lebih Rendah Hati.

Kalau kamu biasa nya sombong dengan kedudukan orang tua kamu di kampung, percayalah di rantau kamu tidak akan bisa sombong dengan jabatan orang tua kamu karena pastinya orang di rantau tidak akan mengenal orang tua kita, karena orang tua kita terkenal nya hanya di kampung, bukan di rantau. Inilah yang membuat sifat arogan mu menjadi hilang dan kamu akan menjadi orang yang lebih rendah hati dan bisa menghargai orang lain. Karena kamu pernah merasakan hidup susah di negeri orang, kamu pun akan lebih bijaksana serta lebih rendah hati sebab kamu menyadari bahwa "saya dulu pernah susah".

6. Memiliki kemampuan manajemen keuangan yang baik

Seeboros-borosnya anak rantau, pasti akan usahakan menghemat keuangannya agar cukup ke gajian berikutnya karena jika sudah merantau, pasti akan malu meminta kepada orang tua di kampung, jadi anak rantau harus pandai-pandai mengatur keuangan agar bisa bertahan hidup. Kalau tidak memiliki kemampuan manajemen yang baik maka uang yang di miliki akan habis lebih awal sebelum gajian berikutnya. Oleh karena itulah para perantau biasanya memiliki kemampuan manajemen yang baik dalam berbagai hal dan bahkan anak rantau akan memutar otak untuk menghasilkan uang tambahan.

Jadi, berkat pengalaman merasakan pahit manisnya hidup, rata-rata anak rantau itu bukan anak manja yang selalu mengeluh. Anak rantau itu bermental baja, tidak gengsi serta mampu dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru yang ia tempati.

Anak rantau sudah terbiasa dengan makanan seadanya, bahkan tak makan sekalipun, bekerja dibawah tekanan dan selalu dapat memanfaatkan waktu secuil pun.

Maka tak heran jika rata-rata anak rantau bersikap lebih dewasa serta mampu mengatasi setiap masalah yang mereka hadapi dengan bijaksana.

So, jika kamu ingin mencari sebuah cerita inspirasi hidup, pengalaman anak rantau lah yang menjadi cerita terbaik yang dapat menginspirasi anda demi kesuksesan kelak.

Mari tebar inspirasi kepada setiap orang karena kalau bukan di mulai sekarang mau kapan lagi kita akan bermanfaat bagi semua orang?

Semoga anda terinspirasi dengan membaca artikel Anak Rantau Itu Bukan Anak Manja Tapi Bermental Baja, Pahit Manisnya Kehidupan Sudah Menjadi Makanan Sehari-hari.

Contact Me

Contact With Me

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and type setting industry when an unknown printer took a galley of type

  • 9908B Wakehurst St.Rockaway
  • 990800113322
  • info@domain.com
  • www.yourinfo.com